POJOKBOGOR.id - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI menegaskan, sepanjang tahun 2023 nihil serangan teror dengan kekerasan oleh jaringan terorisme di Indonesia.

Kepala BNPT Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel menjelaskan, nihilnya kasus serangan terorisme tahun ini merupakan dampak positif dari sinergi pemerintah dan masyarakat terhadap pencegahan terorisme, sehingga menciptakan situasi keamanan Indonesia yang semakin baik.

"Sepanjang tahun 2023 Alhamdulillah tidak ada terjadi serangan teror dengan kekerasan oleh jaringan terorisme dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan keamanan Indonesia semakin membaik," ungkap Rycko, Jumat (29/12).

Baca Juga: Polres Bogor Tangani 1.881 Perkara Pidana Selama 2023

Sebagai leading sector penanggulangan terorisme di Indonesia, BNPT berkomitmen melawan berkembangnya paham dan aksi terorisme sesuai mandat Undang-Undang nomor 5 tahun 2018 melalui peningkatan kesadaran masyarakat, keterlibatan masyarakat, dan mendorong kolaborasi seluruh komponen bangsa dalam rangka membangun ketahanan publik.

BNPT pun terus mengimbau seluruh pihak untuk waspada dengan dinamika gerakan yang muncul di bawah permukaan dari sel-sel jaringan teror yang masih berupaya menginfiltrasi ke berbagai sendi kehidupan.

"Kita tidak boleh berpuas diri sehingga lengah. Kita harus tetap waspada karena semua ini kondisi yang muncul di atas permukaan," tegasnya.

Baca Juga: Bupati Iwan Setiawan Wariskan Program Samisade untuk Kabupaten Bogor

Rycko mengatakan, jaringan teroris global juga masih melakukan aksi terorisme dan jaringan teroris dalam negeri terpantau aktif mengembangkan jaringan melalui berbagai aktivitas yang dapat diketahui melalui jumlah penangkapan teroris oleh Densus 88 AT Polri dibantu TNI sebanyak 148 teroris.

"Di bawah permukaan sel-sel jaringan teror secara masif dan terencana terus menyusup ke sendi-sendi kehidupan bermasyarakat dan bernegara," kata Rycko. ***