POJOKBOGOR.id - Pasar Petani Garuda Kabupaten Bogor mulai bergerak meski belum lewat seremoni peresmian.
Sejak Minggu 25 Januari 2026, pasar ini sudah melayani transaksi warga, bertepatan dengan pelaksanaan car free day.
Sebanyak 39 petani terlibat dalam operasional awal Pasar Petani Garuda.
Mereka menawarkan berbagai komoditas tanaman serta buah buahan hasil produksi lokal Kabupaten Bogor.
Kepala Dinas Perumahan Kawasan dan Permukiman Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, menyebut pasar tersebut pada dasarnya sudah siap dijalankan penuh.
Aktivitas jual beli sudah bisa dinikmati masyarakat yang datang saat CFD.
“Warga sudah bisa datang dan bertransaksi langsung di Pasar Petani Garuda,” ujar Eko, Minggu (25/01/2026).
Soal kenyamanan pengunjung, Eko memastikan area parkir kendaraan sudah tersedia di dalam kawasan pasar.
Akses masuk dinilai cukup mendukung aktivitas pengunjung dan pedagang.
Meski begitu, Eko menegaskan pasar ini belum diresmikan secara resmi.
Operasional dilakukan sambil menunggu agenda peluncuran dari pemerintah daerah.
Keberadaan pasar ini disambut positif oleh para petani.
Ruslan, petani benih tanaman buah dan tanaman hias, mengaku Pasar Petani Garuda memberi dampak nyata bagi pelaku usaha kecil di sektor pertanian.
“Kami terbantu karena sekarang punya lapak yang strategis dan jelas,” kata Ruslan.
Ia menilai kebijakan Pemkab Bogor melalui kehadiran pasar ini memberi ruang lebih adil bagi petani kecil untuk menjangkau pembeli secara langsung.
Sebelumnya, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan Pasar Petani Garuda disiapkan sebagai ruang pemasaran hasil pertanian lokal.
Pasar ini diarahkan bukan hanya sebagai tempat jual beli, tetapi juga sarana penguatan ekonomi petani agar lebih mandiri dan berkelanjutan.




