POJOKBOGOR.id – Harapan akan adanya titik terang penyelesaian persoalan truk tambang di Parung Panjang kembali tertunda.
Pertemuan perdana antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan Pemkab Tangerang yang digelar di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Jumat (19/9/2025), belum membuahkan kesepakatan.
Hadir dalam rapat tersebut Sekda Kabupaten Tangerang bersama Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, serta jajaran Pemkab Bogor.
Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyebut persoalan ini sudah berlangsung sejak 1974 dan hingga kini belum menemukan jalan keluar.
“Kelihatannya sama, semua ingin menyelesaikan masalah ini yang sudah berpuluh-puluh tahun. Tapi di rapat pertama memang belum ada kesepakatan,” ungkap Ajat.
Ia menegaskan, pertemuan kali ini lebih banyak membahas kondisi di masing-masing wilayah, baik di Tangerang maupun Bogor, terkait dampak aktivitas truk tambang.
“Kita bicara tentang kesamaan, tentang Indonesia lah ya, tidak ada ego masing-masing untuk menjaga kondusifitas,” ujarnya.
Rencananya, pertemuan lanjutan akan digelar Minggu mendatang, dengan kehadiran pimpinan kedua daerah untuk memutuskan langkah lebih konkret.
“Di sana juga ada yang meninggal, di sini juga ada. Di sana melahirkan sulit, di sini juga sulit. Jadi ini persoalan bersama,” kata Ajat menggambarkan dampak sosial yang terjadi.
Sementara itu, Pemkab Bogor tengah menyiapkan langkah penanganan jangka pendek, termasuk menata kantong parkir, menyiapkan pos gabungan, hingga pengawasan ketat aktivitas angkutan tambang.
“Kesepakatan dengan Kapolres, tim kecil akan memantau mulai malam ini sampai Desember,” tutup Ajat.
Dengan belum adanya keputusan final, warga Parung Panjang dan sekitarnya masih harus bersabar menunggu hasil pertemuan lanjutan yang diharapkan dapat menjadi solusi permanen setelah puluhan tahun persoalan truk tambang ini dibiarkan berlarut.




