BOGOR.POJOKSATU.id - Kerusakan jalan di wilayah Parung, Kabupaten Bogor, kembali memicu aksi solidaritas warga. Setelah banyak pengendara terjatuh akibat lubang yang menganga di badan jalan.

Sejumlah relawan bersama komunitas ojek online, organisasi kemasyarakatan, dan warga sekitar turun tangan melakukan perbaikan darurat secara swadaya.

Aksi tersebut digagas oleh relawan Gerak Bareng @ayogerakbareng yang menggalang dana patungan dari “orang-orang baik” untuk membeli material penambal jalan.

Dengan peralatan sederhana, mereka menutup beberapa titik lubang di ruas jalan nasional yang menjadi jalur utama aktivitas masyarakat.

Salah satu relawan menyebut, langkah ini diambil karena kondisi jalan dinilai sudah membahayakan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.

“Sudah banyak yang jatuh, terutama pengendara roda dua. Kami tidak bisa menunggu terlalu lama. Minimal kami tutup dulu lubangnya supaya tidak ada korban lagi,” ujarnya di lokasi kegiatan.

Ruas jalan tersebut diketahui berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

Namun warga menilai perbaikan permanen belum kunjung terealisasi, sementara arus lalu lintas setiap hari tetap padat.

Seorang pengemudi ojol yang ikut dalam kegiatan itu mengatakan kondisi jalan berlubang kerap menjadi ancaman bagi pengendara, terutama saat malam hari atau ketika hujan turun.

“Kalau hujan, lubangnya tidak kelihatan karena tertutup air. Banyak teman-teman ojol yang hampir jatuh, bahkan ada yang sampai luka. Ini jalur utama, jadi memang harus cepat ditangani,” katanya.

Material penambal yang digunakan dibeli dari hasil donasi masyarakat. Meski bersifat sementara, langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan dalam jangka pendek.

Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh dan permanen agar keselamatan pengguna jalan lebih terjamin.

Mereka menilai tambal darurat bukanlah solusi jangka panjang untuk jalan nasional dengan volume kendaraan yang tinggi.

Aksi gotong royong ini sekaligus menjadi potret kepedulian masyarakat terhadap keselamatan bersama.

Di tengah keterbatasan, solidaritas warga menjadi upaya konkret untuk mencegah korban berjatuhan di jalur vital Parung tersebut.***