POJOKBOGOR.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali mengalirkan bantuan sosial bagi warga yang terdampak penutupan sementara tambang dan operasional angkutan barang di Parungpanjang, Rumpin, dan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Kali ini, skemanya bukan sekadar “bantuan lalu selesai”.
Sebanyak 6.216 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Cigudeg dan Rumpin menerima kompensasi bansos senilai Rp3 juta per KK.
Dana tersebut ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima melalui Bank bjb.
Penyaluran dimulai sejak Rabu (21/01/2026), dipusatkan di Kantor Desa Batujajar, Kecamatan Cigudeg, oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat.
Kepala DPMD Jabar, Ade Afriandi, menegaskan pendekatan bansos kali ini mengalami perubahan mendasar.
Pemerintah provinsi menggeser anggaran dari Belanja Tidak Terduga (BTT) menjadi Belanja Langsung (BL) dengan nomenklatur Belanja Masyarakat Terdampak Sosial Akibat Kebijakan.
Artinya, bantuan tak lagi dianggap darurat semata, melainkan bagian dari kebijakan terencana.
Konsekuensinya ada pertanggungjawaban administratif dari pemerintah hingga warga penerima.
“Kami ingin masyarakat terdampak tidak terus bergantung pada bantuan, tapi kembali produktif lewat kegiatan berbasis kerja dan gotong royong,” ujar Ade, Kamis, 22 Januari 2026.
Dalam skema ini, setiap KK penerima diwajibkan mengikuti kegiatan sosial yang dirancang kelembagaan desa.
Mulai dari membersihkan jalan dan gorong-gorong, penanaman pohon, hingga penataan lingkungan desa.
Data Tim Gerai Respon Cepat Berdesa (Gereceb) DPMD Jabar mencatat, penerima bansos tahap III tersebar di Kecamatan Cigudeg dan Rumpin.
Di Cigudeg, Desa Argapura tercatat 72 KK, Bangunjaya 525 KK, Rengasjajar 1.803 KK, dan Batujajar 1.420 KK.
Sementara di Rumpin, Desa Cipinang 2.394 KK dan Sukasari 2 KK.
Penyaluran dilakukan secara bertahap dalam tiga termin hingga Jumat untuk memastikan ketepatan sasaran dan kelancaran teknis.
Bagi warga, bansos ini menjadi penyangga hidup di tengah terhentinya sumber penghasilan.
Ajin, warga Kampung Pasir Gedong, Desa Batujajar, mengaku kehilangan pekerjaan sebagai buruh bongkar muat tambang sejak aktivitas ditutup.
“Sekarang terpaksa pinjam sana-sini buat kebutuhan anak,” ujarnya singkat.
Hal serupa dialami Liana, mantan pedagang makanan di kawasan tambang.
Kini ia berkeliling menjajakan dagangan dengan penghasilan yang tak menentu.
“Uangnya buat dapur, modal dagang, sama anak-anak,” katanya.
Sebelumnya, Pemprov Jabar telah menyalurkan bansos tahap I dan II kepada 2.938 KK pada akhir 2025.
Saat ini, masih ada 9.077 KK di Parungpanjang, Cigudeg, dan Rumpin yang tengah menjalani proses verifikasi untuk penyaluran tahap IV.




