BOGOR.POJOKSATU.id - Rencana pembangunan Mini Zoo di kawasan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, hingga kini masih belum terealisasi. Padahal, pemerintah daerah sudah menyiapkan lahan seluas sekitar 3 hektare untuk mendukung proyek tersebut.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan dan Permukiman (DPKP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, mengungkapkan bahwa hambatan utama pembangunan Mini Zoo terletak pada belum tercapainya kesepakatan dengan pihak Taman Safari Indonesia.

“Mini Zoo sampai saat ini belum clear kesepakatan bersama dengan Taman Safari,” ujar Eko, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, proyek ini sebenarnya sudah masuk tahap perencanaan. Namun, kerja sama dengan pihak pengelola satwa menjadi kunci utama yang hingga kini masih dalam proses pembahasan.

Eko menjelaskan, pembangunan Mini Zoo tidak bisa dilakukan secara sepihak. Dibutuhkan kolaborasi dengan pihak yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan satwa, dalam hal ini Taman Safari Indonesia.

Karena itu, meski lahan sudah tersedia, pembangunan fisik belum bisa dimulai sebelum ada kesepakatan resmi antara kedua belah pihak.

“Lahan sudah siap dan steril, tapi memang masih menunggu kesepakatan terkait pengelolaan dan konsepnya,” jelasnya.

Selain kerja sama, konsep Mini Zoo juga masih terus dimatangkan. Pemerintah daerah ingin memastikan fasilitas yang dibangun nantinya tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukasi bagi masyarakat.

“Perencanaannya masih dalam tahap penggodokan, jadi belum final,” kata Eko.

Ia menambahkan, komunikasi dengan pihak Taman Safari akan kembali diintensifkan setelah momentum Idulfitri guna mempercepat proses kesepakatan.

Selain aspek kerja sama, faktor lain yang turut memengaruhi adalah perizinan terkait satwa yang akan dihadirkan. Setiap jenis hewan, terutama yang dilindungi, harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat.

Hal ini membuat proses perencanaan tidak bisa dilakukan secara instan dan membutuhkan waktu untuk memastikan semua aspek legal terpenuhi.

“Untuk satwa tentu harus ada izin dari pemerintah pusat, apalagi kalau berkaitan dengan satwa dilindungi,” ungkapnya.

Dalam rencana awal, Mini Zoo di Pakansari tidak akan menghadirkan hewan buas. Konsep yang diusung lebih mengarah pada wisata edukatif dengan menghadirkan satwa jinak yang ramah bagi pengunjung.

“Rencananya lebih ke hewan seperti burung dan rusa. Untuk hewan besar seperti gajah atau unta mungkin hanya di momen tertentu,” jelas Eko.

Meski belum terwujud, Pemkab Bogor tetap optimistis proyek ini dapat direalisasikan. Kehadiran Mini Zoo diharapkan bisa menjadi destinasi wisata baru sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

Dengan lokasi strategis di kawasan Stadion Pakansari, fasilitas ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik kawasan sebagai pusat aktivitas publik.

Saat ini, pemerintah daerah fokus menyelesaikan tahap kesepakatan dan perencanaan agar pembangunan bisa segera dimulai.

Jika seluruh hambatan dapat teratasi, Mini Zoo Pakansari berpotensi menjadi salah satu ikon wisata baru di Kabupaten Bogor. ***