POJOKBOGOR.id - Pembangunan Masjid Raya Kabupaten Bogor, terimbas oleh penutupan aktivitas tambang lantaran pihak penyedia jasa kesulitan mendapat pasokan bahan material.

Pembangunan Masjid Raya Kabupaten Bogor telah menyentuh 82 persen sebelum kontrak berakhir pada akhir Desember 2025. Namun, pekerjaan tersendat karena sulitnya mendapat bahan bangunan.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor Eko Mujiarto membenarkan adanya kendala tersebut, meski ia optimis pekerjaam selesai tepat waktu.

Baca Juga: Kabel Dicuri, Satu Kampung di Rumpin Alami Padam Listrik

"Dampaknya (penutupa tambang) sangat besar. Harusnya ini sudah melebihi 82 persen. Agak tersendat katena nyari barang materialnya susah, sampai ke luar Bogor dengan harga yang lebih mahal karena langka barangnya," jelas Eko, Jumat 7 November 2025.

Meski begitu, segala daya upaya terus dilakukam agar pembangunan Masjid Raya ini selesai tepat waktu, mengingat ini menjadi proyek monumental Bupati Rudy Susmanto paling prioritas.

"Sampai-sampai ibaratnya orang mau ngecor dimana, kita tarik ke sini (masjid) saking sulitnya bahan baku," jelas Eko.

Baca Juga: Bogor Hornbills Diperkenalkan ke Publik, Siap Arungi IBL musim 2026

Saat ini, pihak penyedia jasa terus bekerka ekstra agar proyek selesai sebelum tahun atau sesuai kontrak kerja.

"Sekarang pengerjaan keseluruhan, jadi semua begerak di semua sisi dari menara pandang, dari dalam masjid, toilet, atap, semua ada bagian masing-masing dan semua mengerjakan. Karena Pak Bupati ingin malam refleksi akhir tahun dilaksanakan di Masjid Raya," kata Eko. ***