POJOKBOGOR.id - Akhir pekan lalu berubah jadi masa waswas bagi warga Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor.
Pergerakan tanah terjadi dua kali dan merusak 15 rumah di dua desa berbeda.
Bencana ini melanda Kampung Mangu RT 02 RW 01 Desa Singabraja serta Kampung Pasir Bitung RT 02 RW 04 Desa Bojong Tenjo.
Total delapan rumah di Singabraja dan tujuh rumah di Bojong Tenjo mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Mochamad Adam Hamdani, mengatakan kejadian berlangsung sepanjang akhir pekan.
“Dua kali pergerakan tanah terjadi. Sebanyak 15 rumah terdampak dengan tingkat kerusakan ringan dan sedang,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (25/01/2026).
Kerusakan yang terjadi memaksa sebagian warga meninggalkan rumah.
Sebanyak 13 keluarga mengungsi ke rumah kerabat karena kondisi bangunan dinilai membahayakan.
“Sebagian mengungsi ke keluarga di wilayah Tenjo, sebagian lagi ke Desa Kabasiran, Parungpanjang. Dua keluarga memilih bertahan karena rumahnya hanya rusak ringan,” kata Adam.
BPBD mencatat pemicu utama pergerakan tanah adalah curah hujan tinggi yang berlangsung beberapa hari terakhir.
Kondisi itu diperparah minimnya resapan air di kawasan permukiman.
Hasil analisis di lapangan menunjukkan kontur tanah masih labil.
Potensi pergerakan susulan tetap ada, terutama jika hujan deras kembali turun.
Warga pun diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika muncul retakan baru di tanah maupun bangunan.




