POJOKBOGOR.id — Suasana Lapangan depan Kantor Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Bogor, Minggu pagi, tampak berbeda dari biasanya.

Ratusan warga berkumpul, menyaksikan momen yang cukup langka, yakni pertunjukan seni ketangkasan Domba Garut yang digelar oleh Himpunan Peternak Domba-Kambing Indonesia (HPDKI).

Sebanyak 380 ekor Domba Garut dari berbagai penjuru Kabupaten Bogor turut ambil bagian.

Bukan hanya sekadar adu tanduk, tapi ini adalah ajang latihan bersama yang dikemas seperti kontes seni, memperlihatkan teknik, gaya, dan ketangkasan khas domba Garut yang sudah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Sunda.

“Ini bukan sekadar hiburan, tapi bentuk pelestarian budaya. Seni ketangkasan domba adalah warisan Sunda yang kaya makna,” ujar Ari Santoso, Ketua Panitia dari HPDKI.

Ia menyebut bahwa dalam satu sesi, dua domba akan saling berhadapan, lalu bertarung dalam 15 hingga 20 kali aduan.

Pemenang tidak ditentukan hanya dari siapa yang kuat, tetapi dari keindahan gerakan dan respons dalam bertarung.

Ari juga menegaskan, acara ini murni budaya, bukan judi atau kekerasan terhadap hewan.

Justru sebaliknya, domba-domba peserta dirawat secara serius dan penuh perhatian oleh para peternak.

“Domba tangkas itu mahal nilainya, dirawat seperti atlet. Kita ingin menghapus stigma negatif soal seni ketangkasan ini,” tambahnya.

Kepala Desa Leuwinutug, Deden Saepul Hamdi, turut hadir dan menyampaikan apresiasi.

Ia menyebut kegiatan ini memberi warna baru bagi masyarakat desa dan mempererat hubungan antarpeternak.

“Warga senang, ini jadi ajang silaturahmi juga. Kami bangga karena Leuwinutug bisa jadi tempat pertunjukan pertama di tahun ini,” kata Deden.

Peternak yang datang pun berasal dari berbagai kecamatan seperti Pamijahan, Cigudeg, Pabuaran, dan lainnya.

Meski bukan event resmi, panitia tetap memberikan hadiah hiburan seperti kipas angin dan televisi kepada peserta terbaik sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka merawat domba-domba tangguh tersebut.

Di event resmi sebelumnya seperti Piala Gubernur di Garut atau Pesta Batok TNI AU di Pakansari, hadiahnya bisa jauh lebih besar, mulai dari sepeda motor hingga mobil.

HPDKI sendiri telah berdiri lebih dari satu dekade dan terus aktif mempromosikan seni ketangkasan Domba Garut ke berbagai daerah.

Dukungan datang dari sejumlah pihak, termasuk Bupati Bogor Rudy Susmanto, Gubernur Jawa Barat, hingga tokoh budaya Sunda Kang Dedi Mulyadi.

Dengan sambutan hangat dari masyarakat dan pemerintah desa, Ari berharap Desa Leuwinutug bisa kembali menjadi tuan rumah untuk gelaran resmi di masa mendatang.

“Kami sudah dapat restu dari aparat desa dan tokoh masyarakat. Semoga ke depan bisa digelar lebih besar lagi,” tutupnya.

Bukan sekadar adu tanduk, kegiatan ini membuktikan bahwa seni ketangkasan domba adalah cermin kearifan lokal yang masih hidup dan terus berkembang bersama masyarakat yang mencintai budayanya.