POJOKBOGOR.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat 29.404 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari 97.403 jiwa terdampak kemarau, sejak 2 Mei hingga 21 Agustus 2023, yang berujung krisis air bersih.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Asep Sulaeman menjelaskan, jumlah warga terdampak kemarau tersebar di 17 kecamatan se-Kabupaten Bogor.
Wilayah terdampak kemarau yakni kecamatan Tenjo, Jasinga, Sukajaya, Nanggung, Leuwisadeng, Cibungbulang, Citeureup, Jonggol, Babakan Madang, Sukamakmur, Tanjungsari, Cigombong, Cisarua, Cijeruk, Ciseeng, Rancabungur dan Ciampea.
Baca Juga: Bogor Mulai Krisis Air Bersih
"Ada 17 kecamatan terdampak kemarau. Yang terbanyak di Jasinga ada 10 desa," ujar Asep Sulaeman, Selasa (22/8).
BPBD Kabupaten Bogor pun telah menyalurkan 970 ribu liter bantuan air bersih kepada warga. Air yang disalurkan untuk para warga bervariasi mulai dari 2.500 liter hingga 30.000 liter tergantung kebutuhan di daerah tersebut.
BPBD Kabupaten Bogor pun telah berkoordinasi dengan instansi lain, untuk mengantisipasi dampak kekeringan akibat El Nino ini terus meluas.
Baca Juga: Kemarau Melanda, Ini Upaya Pemkot Bogor Atasi Kekeringan
"Kami bekerja sama dengan Perumda Tirta Kahuripan mengirimkan air bersih untuk warga. Kekeringan terjadi karena sudah satu minggu terakhir tidak ada hujan di wilayah ini," kata Asep Sulaeman. ***



