POJOKBOGOR.id - Hujan deras disertai angin kencang, merusak 41 rumah yang ditinggal 206 jiwa di Kabupaten Bogor, Kamis (26/10) sore. Selain rumah, hujan disertai angin itu pun merusak satu sekolah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor Ade Hasrat menjelaskan, peristiwa tersebut tersebar di 7 kecamatan, yakni Kecamatan Parungpanjang, Leuwiliang, Cigombong, Jonggol, Jasinga, Ciawi dan Cibungbulang.
Ade menyebut, angin kencang yang melanda di Kecamatan Jonggol berdampak pada rusaknya 41 rumah yang dihuni oleh 206 jiwa.
Baca Juga: Musim Hujan Telah Tiba, Disperumkim Kota Bogor Mulai Pangkas Pohon Rawan Tumbang
Di Kampung Ranji, Desa Weninggalih, kata Ade, 14 unit rumah yang dihuni oleh 42 jiwa mengalami rusak ringan dan 1 unit yang dihuni 3 jiwa mengalami rusak sedang.
"Korban menderita bernama Aripin (60) yang mengalami luka pada bagian gangan dan pinggang, ia mendapatkan penanganan awal dengan dibawa ke Puskesmas Cariu dan dijahit dengan 38 jahitan," kata Ade, Jumat (27/10).
Masih di Kecamatan Jonggol, tepatnya di Kampung Cimendo Desa Sukagalih angin kencang pun merusak 23 rumah yang dihuni 148 dengan kriteria kerusakan rusak ringan dan 1 rumah yang diisi oleh 4 jiwa mengalami rusak sedang.
Baca Juga: Puslabfor Mabes Polri Sebut Kebakaran Pasar Leuwiliang Akibat Korsleting Listrik
"Sementara di Kampung Cisaat Desa Sukamanah ada 2 rumah yang dihuni oleh 9 jiwa mengalami rusak ringan," ucap Ade.
Di Kecamatan Jasinga, Leuwiliang dan Cibungbulang, angin kencang menumbangkan sejumlah pepohonan di wilayah barat Kabupaten Bogor tersebut.
Pohon-pohon yang tumbang karena diterjang angin ini pun sempat memberikan dampak pada terganggunya akses fasilitas umum masyarakat.
Baca Juga: Satpol PP Kota Bogor Tertibkan Ratusan PKL di Jalan Pedati
"Untuk saat ini pohon yang Tumbang sudah dievakuasi oleh TRC BPBD Kabupaten Bogor dan sudah bisa dilalui kembali oleh kendaraan roda dua dan roda empat," ujarnya.
Sementara di Kecamatan Ciawi tepatnya Desa Cibedug, akibat hujan disertai angin kencang ini membuat daerah tersebut diterjang oleh banjir.
Selain banjir, faktor tersumbatnya saluran irigasi menyebabkan jebolnya TPT di belakang SDN Cibedug 2 Dengan rincian panjang 1,5 meter dan tinggi 2 meter tidak bisa terelakkan.
Baca Juga: Jumlah Pengemis dan Gelandangan di Kota Bogor Meningkat
"Sekolah SDN Cibedug 2 terancam. Situasi akhir, dikhawatirkan apabila terjadi hujan kembali, air masuk kedalam lingkungan sekolah dan butuh penanganan lanjut dari dinas terkait," jelasnyap. ***



