POJOKBOGOR.id – Suasana mencekam masih menyelimuti Kampung Cianten, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, setelah gempa bumi Magnitudo 4,0 mengguncang pada Sabtu malam (20/9/2025).

Getaran dangkal dengan episentrum di Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, itu mengakibatkan sedikitnya 127 rumah rusak ringan hingga sedang, satu rumah rusak berat, serta sebuah musala terdampak.

Kapolsek Leuwiliang, Kompol Maryanto, menyebutkan kerusakan mayoritas berupa retakan pada dinding dan atap rumah warga.

“Total ada 127 rumah rusak ringan, satu rumah rusak berat, dan satu musala ikut terdampak. Petugas gabungan BPBD, TNI, dan Polri sudah diterjunkan untuk membantu warga,” jelasnya, Senin (22/9).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan gempa tersebut dipicu aktivitas sesar aktif dangkal dengan mekanisme geser (strike-slip fault).

Tak berhenti di situ, gempa utama disusul getaran kecil berulang yang disebut sebagai fenomena gempa swarm.

“Gempa susulan bisa terjadi hampir tiap jam, kadang disertai suara gemuruh. Yang besar terasa pada malam Minggu dan kemarin sore, sampai rumah seperti mau ambruk,” ungkap Husin Mubarok, tokoh warga setempat.

Trauma akibat guncangan berulang membuat warga memilih tidur di luar rumah.

Tenda-tenda darurat mulai bermunculan di pekarangan, menjadi benteng sementara untuk melewati malam.

“Kalau malam, kami lebih aman di tenda. Takut kalau tiba-tiba ada gempa lagi, apalagi sudah ada rumah yang roboh,” tambah Husin.

Hingga Senin malam (22/9), warga masih bertahan di tenda sambil menunggu kondisi mereda.

Aparat gabungan terus siaga, memastikan kebutuhan darurat dan rasa aman masyarakat tetap terpenuhi.