BOGOR.POJOKSATU.id - Aksi pencurian kendaraan bermotor kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, dugaan percobaan pencurian motor terjadi di area parkir resmi Stasiun Citayam.
Kejadian tersebut membuat banyak warga resah, terutama para pengguna transportasi umum yang setiap hari menitipkan kendaraan mereka di area parkir stasiun.
Aksi pelaku disebut terekam kamera CCTV saat mencoba mengutak-atik motor yang sedang terparkir.
Dalam rekaman yang beredar, pelaku diduga berusaha membobol motor dengan cara mengorek bagian kendaraan. Beruntung, motor tersebut tidak sampai berhasil dibawa kabur.
Meski demikian, kejadian ini tetap memicu kekhawatiran. Pasalnya, aksi tersebut terjadi di area parkir resmi yang seharusnya memiliki sistem pengawasan lebih ketat.
Publik pun mempertanyakan keamanan area parkir resmi yang sudah menggunakan palang otomatis dan karcis masuk.
Banyak warga menilai, sistem parkir resmi seharusnya tidak hanya fokus pada akses keluar-masuk kendaraan, tetapi juga pengawasan di dalam area parkir.
Jika pelaku bisa leluasa beraksi di lokasi yang terkelola, rasa aman pengguna transportasi umum tentu ikut terganggu.
“Kalau pelaku bisa beraksi di area parkir resmi, bagaimana rasa aman pengguna transportasi umum?” tulis salah satu komentar yang menyoroti kejadian tersebut.
Kejadian ini dinilai harus menjadi bahan evaluasi serius bagi pengelola parkir dan pihak terkait.
Pengawasan CCTV, patroli petugas, pencatatan kendaraan, hingga sistem keamanan di titik parkir motor dinilai perlu diperketat agar tidak memberi celah bagi pelaku kejahatan.
Warga juga berharap pihak pengelola tidak hanya mengandalkan rekaman CCTV setelah kejadian terjadi, tetapi mampu melakukan pencegahan sejak awal.
Sebab, area parkir stasiun merupakan fasilitas penting bagi masyarakat yang menggunakan transportasi publik setiap hari.
Meski motor korban tidak sampai hilang, percobaan pencurian ini tetap menjadi peringatan bagi para pemilik kendaraan.
Pengguna parkir diimbau menambah pengamanan pribadi, seperti kunci ganda, alarm, atau pengaman tambahan saat meninggalkan motor dalam waktu lama.
Namun, tanggung jawab keamanan tetap tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemilik kendaraan.
Pengelola area parkir resmi juga perlu memastikan fasilitas yang mereka kelola benar-benar memberikan rasa aman bagi pengguna.
Kasus ini pun ramai didorong agar terus dikawal sampai ada tindak lanjut yang jelas.
Masyarakat berharap pihak terkait segera mengevaluasi sistem keamanan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di parkiran resmi, terutama di kawasan transportasi umum yang ramai digunakan warga. ***



