POJOKBOGOR.id - Hujan berkepanjangan yang menyebabkan bencana di Kabupaten Bogor, membuat Pemkab Bogor terus waspada, terutama di area yang rawan.

"Sekarang musim hujan, jadi titik tertinggi curah hujan di Kabupaten Bogor itu kan Februari sebenarnya. Tentunya kita mengimbau masyarakat terutama di area yang cukup kritis bencana akan terkena dampak seperti pinggir kali, situ, tebingan, dan lain-lain," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika.

Ajat meminta masyarakat memanfaatkan layanan 112 jika terjadi bencana, sehingga penanganan bisa datang lebih cepat. Ia juga meminta masyarakat terus memantau informasi cuaca sekitar.

"Kita minta masyarakat bisa mengakses informasi yang ditayangkan kami di 112, BPBD, dan lain-lain. Saya kira kewaspadaan dan teknologi bisa percepat informasi ke masyarakat," ungkapnya.

"Teman-teman, saya lihat sering update curah hujan, pergerakan secara real time, jadi bisa antisipasi," lanjut dia.

Ajat menambahkan, saat ini, wilayah yang paling rawan bencana dengan frekuensi tinggi berada di Kecamatan Sukamakmur. Hal itu tak terlepas dari kondisi geografis wilayah itu.

"Sukamakmur, kan secara geologi area yang paling rawan gerakan tanah, beberapa sering terjadi plus sekarang hujan. Jadi secara frekuensi mudah sekali terjadi bencana," bebernya.

Terkait dengan banjir di wilayah Bogor bagian timur seperti Gunungputri dan sekitarnya, pihaknya telah menyiapkan teknologi semacam alarm. Apabila ketinggian air Sungai Cileungsi dan Cikeas di titik tertentu, alarm akan berbunyi.

"Kita sedang inisiasi di DAS (daerah aliran Sungai) Cileungsi. Karena yang paling frekuensinya sering di sana. Sistemnya sama (alarm)," ujarnya.