POJOKBOGOR.id — Setelah lebih dari sebulan tertutup rapat, Jembatan Leuwiranji di perbatasan Kecamatan Gunungsindur dan Rumpin akhirnya kembali dibuka.

Proses perawatan berkala yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor kini telah rampung.

Perbaikan jembatan yang menghabiskan anggaran Rp4,8 miliar itu dimulai pada awal Desember 2025 dan tuntas pada akhir Januari 2026.

Pekerjaan dilakukan melalui penyedia jasa swasta dengan fokus pada penguatan struktur utama jembatan.

Kepala UPTD Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah VIII Parung, Candra Trikaya, mengatakan akses jembatan saat ini sudah dapat dimanfaatkan, meski masih dengan pembatasan jenis kendaraan.

“Sekarang sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan mobil kecil,” kata Candra, Minggu (1/2/2026).

Ia menjelaskan, pembukaan dilakukan secara bertahap guna memastikan seluruh komponen konstruksi berfungsi optimal pasca perawatan.

Selama proses berlangsung, Jembatan Leuwiranji sempat ditutup total demi kelancaran pekerjaan dan keselamatan warga.

Penutupan tersebut diberlakukan sejak 13 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026.

Selama periode itu, arus lalu lintas warga Gunungsindur dan Rumpin dialihkan ke sejumlah jalur alternatif.

Secara teknis, perawatan meliputi penggantian ribuan baut pengikat konstruksi, pemasangan palang beton sebagai penyangga, hingga penambahan lempeng baja pada struktur jembatan.

Langkah ini dilakukan untuk memperpanjang usia layanan jembatan yang menjadi akses penting antarwilayah.

Camat Gunungsindur, Muhamad Jamaludin, bersama unsur Forkopimcam juga telah mengecek langsung kondisi jembatan pada Sabtu (31/1/2026).

Ia menegaskan, meski sudah bisa dilalui, pembukaan tersebut belum dilakukan secara resmi.

“Saat ini masih sebatas uji fungsi. Kendaraan berat belum diperbolehkan melintas,” ujarnya.

Kembalinya akses Jembatan Leuwiranji disambut lega warga.

Jembatan ini selama ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat Gunungsindur dan Rumpin, baik untuk bekerja, berdagang, maupun aktivitas harian lainnya.

Salah satu warga, Abdul Mukti, berharap hasil perbaikan bisa dijaga dalam jangka panjang.

Ia menekankan pentingnya pengawasan agar jembatan tidak dilalui kendaraan dengan muatan berlebih.

“Kalau sudah bagus, jangan sampai cepat rusak lagi. Kendaraan berat harus benar-benar diawasi,” katanya.