POJOKBOGOR.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bogor sempat memantik keluhan warga.

Sejumlah masyarakat dari Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, mendatangi lokasi dapur MBG pada Sabtu (31/1/2026) setelah mencium aroma tidak sedap yang diduga berasal dari limbah operasional dapur.

Keluhan itu ramai beredar di media sosial.

Dalam video amatir berdurasi sekitar dua menit, warga tampak menyampaikan protes langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Desa Sukajaya, Kecamatan Sukajaya.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keberatan atas dampak lingkungan yang mereka rasakan.

Salah satu warga dalam rekaman video menilai keluhan serupa sudah disampaikan sebelumnya, namun belum membuahkan hasil.

“Karena belum juga ada tindakan, sama saja bohong,” ujarnya dengan nada kesal.

Warga juga mempertanyakan sistem pengelolaan sampah dan limbah dapur MBG yang melayani penyediaan makanan dalam skala besar.

Mereka menegaskan dukungan terhadap program pemenuhan gizi tidak boleh mengorbankan kenyamanan dan kesehatan lingkungan sekitar.

“Programnya jalan, tapi limbahnya dibuang ke mana? Jangan sampai masyarakat yang jadi korbannya,” kata warga lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Sukajaya-Bogor, Fahrurrozi, memastikan pihak pengelola telah menangani persoalan yang dikeluhkan warga.

Ia menyebut, pengangkutan sampah dapur dilakukan secara rutin bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor.

“Untuk sampah, secara rutin diangkut DLH, minimal dua kali dalam seminggu,” jelas Fahrurrozi.

Ia mengakui, masukan dari warga menjadi perhatian serius bagi pengelola.

Fahrurrozi menegaskan, sejak awal operasional, SPPG Sukajaya sudah menjalin kerja sama dengan DLH terkait pengelolaan limbah.

“Keluhan ini menjadi bahan evaluasi kami. Koordinasi dengan DLH sudah berjalan dan akan terus kami perbaiki,” ujarnya.

Pengelola berharap, persoalan lingkungan dapat segera tertangani tanpa mengganggu pelaksanaan program MBG yang ditujukan untuk pemenuhan gizi masyarakat.