BOGOR.POJOKSATU.id - Kunjungan ke Masjid Atta Awun di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, menjadi sorotan setelah muncul perhatian terhadap kondisi pengelolaan kawasan masjid, khususnya area halaman dan parkir.

Masjid yang berada di jalur wisata Puncak ini selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu tempat singgah favorit wisatawan dan pengguna jalan.

Meski tiket masuk dipungut setiap hari, kondisi lingkungan masjid sebelumnya dinilai kurang mencerminkan fungsi dan peran masjid sebagai ruang ibadah yang nyaman dan representatif.

Kini, wajah Masjid Atta Awun mulai berubah. Sejak 1 Januari 2026, pengelolaan kawasan masjid resmi diambil alih oleh Agromas PTPN 1 Regional 2. Sejak saat itu, berbagai langkah pembenahan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh.

Perbaikan dimulai dari penataan ulang area parkir, pengecatan halaman, hingga renovasi sejumlah bagian bangunan masjid yang sebelumnya tampak kusam.

Penataan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan jemaah, terutama wisatawan yang singgah untuk beribadah maupun beristirahat di tengah perjalanan.

Ketua DKM Masjid Atta Awun, Ahmad Kosasih (51), mengungkapkan bahwa kondisi masjid sebelum pengelolaan dialihkan memang memerlukan perhatian serius.

“Dulu kondisinya cukup memprihatinkan. Halaman dan area parkir terlihat kumuh, cat dinding serta plafon kotor, bahkan taman sering dipenuhi sampah karena perawatan yang sangat minim,” ujar Ahmad Kosasih.

Ia menuturkan, setelah pengelolaan dilakukan oleh PTPN melalui Agromas, perubahan langsung terasa dan terlihat. Lingkungan masjid mulai ditata secara lebih sistematis, baik dari sisi kebersihan, keamanan, maupun kerapian.

“Sejak dikelola Agromas, penataan dilakukan secara menyeluruh. Lingkungan masjid sekarang jauh lebih bersih dan tertata, sehingga jemaah merasa lebih nyaman,” jelasnya.

Selain perbaikan fisik bangunan, penataan lahan parkir juga menjadi perhatian utama. Langkah ini diambil untuk menertibkan kendaraan wisatawan yang selama ini kerap parkir tidak beraturan, sekaligus menjaga suasana masjid tetap kondusif dan ramah bagi pengunjung.

Ahmad Kosasih berharap, pembenahan yang telah dilakukan tidak bersifat sementara, melainkan dijalankan secara berkelanjutan agar Masjid Atta Awun benar-benar menjadi tempat ibadah yang layak, bersih, dan nyaman di kawasan wisata Puncak.

“Kami berharap pengelolaan ini konsisten dan berkelanjutan. Dengan begitu, fasilitas masjid bisa semakin representatif dan memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah,” pungkasnya.

Pembenahan Masjid Atta Awun ini juga sejalan dengan upaya meningkatkan citra kawasan Puncak sebagai destinasi wisata religi yang tertib, bersih, dan ramah bagi masyarakat maupun wisatawan dari berbagai daerah. ***