POJOKBOGOR.id - Pemerintah Kabupaten Bogor memperluas pelaksanaan Car Free Day (CFD) hingga 16 kecamatan.

Perluasan Car Free Day area ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas ekonomi UMKM sekaligus menyediakan ruang olahraga dan rekreasi bagi masyarakat.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan perluasan Car Free Day dilakukan setelah pelaksanaan di koridor Jalan Tegar Beriman, Cibinong, dinilai berhasil mendorong aktivitas warga dan pelaku usaha kecil dalam beberapa pekan terakhir.

“Kami ingin Car Free Day bukan hanya ruang olahraga, tetapi momentum mingguan yang mampu meningkatkan roda perekonomian para pelaku UMKM di setiap kecamatan,” kata Rudy.

Car Free Day digelar serentak pukul 06.00–09.00 WIB di sejumlah titik, seperti Alun-Alun Lapangan Badak Putih Cariu, Jalan Bukit Menteng–Bukit Bunga Jonggol, Jalan Metland Transyogi Cileungsi, Podomoro Gunung Putri, dan Jalan Bomang Tajurhalang.

Pelaksanaan juga berlangsung di depan Kantor Desa Waru Parung, depan Kantor Desa Klapanunggal, Alun-Alun Ciri Mekar Cibinong, Jalan Prada Samlawi Rumpin, Komplek IPB Alam Sunasari Dramaga, serta kawasan Millennium City Parung Panjang.

Selain itu, kegiatan digelar di Podomoro Tenjo, Lapangan Desa Sibanteng Leuwisadeng, Terminal Leuwiliang, Alun-Alun Desa Ciburayut Cigombong, dan Jalan Lingkar Pasar Cigudeg–Pasir Nangka.

Rudy menjelaskan pengaturan teknis Car Free Day di kecamatan disiapkan bersama Dinas Perhubungan dan Polres Bogor, termasuk penetapan jalur khusus pelari, pejalan kaki, serta kemungkinan penggunaan jalur lambat untuk pesepeda.

“Senin kami akan mengundang seluruh camat untuk menetapkan titik Car Free Day masing-masing. Dishub bersama polsek setempat akan menyusun rute terbaik dan aman,” ujarnya.

Dia mengatakan konsep Car Free Day di setiap kecamatan akan disesuaikan karakter wilayah, termasuk pusat keramaian dan ruang publik yang biasa dimanfaatkan warga berolahraga pada akhir pekan. Rudy juga menekankan pentingnya menjaga kelancaran layanan darurat selama Car Free Day berlangsung. Pemkab Bogor menyiapkan jalur evakuasi agar ambulans tetap dapat melintas tanpa hambatan.

“Kegiatan positif seperti ini jangan sampai menimbulkan kendala. Warga yang membutuhkan layanan kesehatan tetap harus bisa dievakuasi dengan cepat,” kata dia.