BOGOR.POJOKSATU.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengimbau pemerintah daerah agar memperkuat pengawasan dan penataan ruang di kawasan rawan bencana, terutama di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung dan Cisadane.
Peringatan ini disampaikan setelah rangkaian banjir bandang dan longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera pekan lalu, yang dinilai menjadi pengingat penting bagi daerah lain dengan risiko serupa.
Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, menyoroti bahwa area perbukitan serta bantaran sungai di Kabupaten Bogor merupakan zona dengan tingkat kerentanan tinggi.
Menurutnya, pembangunan permukiman di lokasi-lokasi tersebut harus dihentikan karena dapat memperparah risiko bencana di masa mendatang.
“Wilayah perbukitan dan area sepanjang aliran sungai perlu mendapat perhatian serius. Penataan ruang harus diperketat dan pembangunan perumahan di titik-titik rawan itu sebaiknya tidak lagi dilanjutkan,” tegas Adrin.
BRIN menilai bahwa upaya mitigasi struktural harus dibarengi dengan kebijakan tata ruang yang tegas.
Agar kejadian serupa tidak menimbulkan korban dan kerusakan yang lebih besar di wilayah hulu Jawa Barat.
Khususnya Bogor yang selama ini menjadi daerah penyumbang air dan sedimentasi terbesar bagi DAS di Jakarta dan sekitarnya. ***



