POJOKBOGOR.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberi kompensasi kepada masyarakat terdampak penutupan aktivitas tambang di Kabupaten Bogor.

Sedikitnya 9.300 Kepala Keluarga (KK), akan mendapat bantuan dengan total Rp9 juta yang dicairkan secara bertahap, selama tiga bulan.

"Hari ini kami cairkan Rp3 juta untuk November. Sisanya, nanti Januari 2026 langung langsung Rp6 juta untuk Desember dan Januari," kata Dedi Mulyadi saat meninjau pemberian kompensasi di Gedung Serbaguna 1 Setda Kabupaten Bogor, Senin 3 November 2025.

Baca Juga: Uang Palsu Pecahan Rp100 Ribu Beredar di Kabupaten Bogor, Penjual Es Teh Jadi Korban!

Ia menegaskan, kompensasi itu diberikan selama penutupan aktivitas tambang, di mana banyak masyarakat bekerja di pertambangan namun mendapat upah rendah.

Saat ini Pemprov Jawa Barat tengah mencari solusi agar sektor pertambangan memberi manfaat lebih bagi kesejahteraan, khususnya masyarakat yang ada di sekitar lokasi pertambangan.

Kajian dilakukan tim audit investigatif yang terdiri dari pakar ITB dan IPB, kemudian hasilnya disampaikan ke Gubernur untuk digunakan sebagai bahan pembuat kebijakan dalam penataan sektor tambang.

Baca Juga: Sisa Dari Kerajaan Pajajaran di Bogor Mulai Terkuak

"Mereka upah sangat rendah. Ada yang Rp50 ribu. Bahkan satpam yang resmi di perusahaan saja hanya digaji Rp1,6 juta. Artinya sektor pertambangan jika dibiarkan begini terus hanya melahirkan kerusakan alam lalu melahirkan disparitas kemiskinan, jadi yang kaya, kaya banget, yang miskin, miskin banget," kata pria yang akrab disapa KDM. ***