BOGOR.POJOKSATU.id - Disaat wilayah Kota Bogor terus dilanda hujan, beberapa wilayah di Kabupaten Bogor justru sebaliknya. Dimana mereka justru dilanda kekeringan parah pada pertengahan tahun 2025 ini.

Kekeringan tersebut juga diperparah dengan mengering sumber mata air sehingga masyarakat kesulitan dalam mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor mengalami kekeringan, khususnya di tiga kecamatan Nanggung, Citeureup, dan Jonggol.

Akibatnya, warga di lima desa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Di Kecamatan Nanggung, kekeringan tercatat sejak Juni lalu, khususnya di kawasan hunian tetap (huntap) Desa Nanggung.

Sementara itu, warga Desa Tajur dan Hambalang di Kecamatan Citeureup mulai merasakan dampaknya sejak Juli 2025.

Kondisi paling parah terjadi di Kecamatan Jonggol, tepatnya di Desa Sukagalih dan Jonggol, yang hingga kini mengalami krisis air bersih cukup serius.

Hal ini disampaikan oleh Cecep Dais, Kepala Tim Logistik BPBD Kabupaten Bogor. Ia menjelaskan bahwa dari ketiga wilayah tersebut, permintaan langsung dari masyarakat terkait bantuan air bersih hanya berasal dari Kecamatan Jonggol.

Adapun pengiriman ke Kecamatan Nanggung dilakukan untuk memenuhi kebutuhan huntap, sementara di Citeureup hanya sebatas pengisian toren milik DPKPP, bukan berdasarkan permintaan warga.

Secara keseluruhan, kekeringan ini berdampak pada 873 kepala keluarga atau sekitar 2.282 jiwa yang kini mengalami kesulitan dalam mengakses air bersih untuk kebutuhan harian.

Sebagai respons terhadap kondisi ini, BPBD Kabupaten Bogor telah mendistribusikan bantuan air bersih ke lokasi-lokasi terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, setidaknya untuk sementara waktu.

"Kami sudah beberapa kali menyalurkan bantuan air bersih ke Nanggung, Citeureup, dan Jonggol sebagai bentuk penanganan darurat," jelas Cecep. ***