POJOKBOGOR.id - Pemerintah Kabupaten Bogor, masih melalukan pendataan atau assesmen terhadap ratusan rumah rusak, usai diterjang angin puting beliung di Desa Cimayang, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor pada Senin, 2 September 2024 petang.

Plh Pj Bupati Bogor Suryanto Putra di Pamijahan, Selasa, menjelaskan saat ini Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) sedang melakukan asesmen rumah terdampak bencana untuk pemberian bantuan.

"Karena penanganannya sesuai kondisi, mulai dari Rp10 juta hingga Rp30 juta," ungkap Suryanto.

Baca Juga: Kunjungi Lokasi Bencana di Pamijahan, Pj Gubernur ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem

Berdasarkan data sementara, jumlah rumah mengalami rusak ringan sebanyak 177 unit, rusak sedang 57 unit dan rumah rusak berat sebanyak 10 unit.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logitik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani menyebutkan, peristiwa angin puting beliung di Desa Cimayang, Pamijahan menelan dua korban jiwa.

Adam mengungkapkan bahwa dua korban tersebut yaitu Pendi (45) dan Wanto (40). Keduanya meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan.

Baca Juga: Rudy Susmanto Tinjau Langsung Lokasi Bencana di Pamijahan

"Selain Pendi dan Wanto, ada empat korban lain yang mengalami luka-luka. Korban seluruhnya enam orang. Saat ini sudah dibawa ke RSUD Leuwiliang," kata Adam.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin (2/9) petang saat cuaca di sebagian besar wilayah Kabupaten Bogor mengalami hujan lebat disertai angin kencang.

Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin meminta warga tetap waspada meski saat ini memasuki musim kemarau.
Sebab, cuaca ekstrem bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

Baca Juga: Rudy Susmanto Desak Pemkab Bogor Tanggap Darurat Bencana Angin Kencang usai Tewaskan Dua Warga

"Intinya adalah, walaupun kita memasuki musim kemarau, bukan berarti tidak ada hujan. Di daerah tertentu bahkan bisa terjadi hujan ekstrem maka itu harus hati-hati," kata Bey.

Saat terjadi hujan ekstrem, warga diminta mencari tempat yang aman dan tidak berada di ruang terbuka. ***