BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang melakukan penyelidikan dalam kasus dugaan korupsi dalam mega proyek Cibinong a Beautiful City yang bernilai ratusan miliar rupiah.

Dalam penyelidikan kasus ini, setidaknya sudah empat pejabat PUPR Kabupaten Bogor yang telah menjalani pemeriksaan di gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Keempat pejabat tersebut diantaranya berinisial AL, HR, HL dan RB. Mereka diperiksa pada hari Senin dan Selasa pekan kemarin.

Baca Juga: Pemilu Berjalan Aman, Warga Kota Bogor Berkreasi Tekan Golput

Menyikapi kondisi tersebut, HMI MPO Kabupaten Bogor mendukung langkah KPK dalam melakukan bersih-bersih di tubuh PUPR Kabupaten Bogor.

"HMI MPO Kabupaten Bogor mendukung langkah KPK dalam melakukan bersih-bersih di tubuh PUPR Kabupaten Bogor," kata Ketua HMI MPO Kabupaten Bogor, Al Azis.

Hal itu disampaikan Al Azis melalui keterangan tertulisnya yang diterima Pojok Bogor pada Senin, 19 Februari 2024.

Lebih lanjut Al Azis mengatakan, pihaknya meminta agar KPK tidak hanya memanggil keempat pejabat aktif PUPR Kabupaten Bogor tersebut, namun juga mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor harus dipanggil KPK.

Baca Juga: Imbas Longsor Bima Arya Minta Proyek TPT Tajur Dihentikan Sementara, Pengembang Langsung Ambil Sikap Datangi Rumah Korban

"Untuk bersih-bersih tubuh PUPR Kabupaten Bogor ini, KPK juga harus memanggil mantan Kadis PUPR Kabupaten Bogor juga," jelas Al Azis.

Al Azis mengatakan mantan Kadis PUPR Kabupaten Bogor layak untuk dipanggil dan diperiksa KPK, karena saat persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, mengakui menerima uang miliaran rupiah.

"Kan dalam persidangan kasus suap auditor BPK Jabar, terungkap jika mantan kadis tersebut menerima uang. Nah, itulah salah satu alasan kenapa mantan kadis PUPR Kabupaten Bogor wajib dipanggil," ujar Al Azis.

Baca Juga: TPT Tajur Longsor Lagi, Empat Orang Tertimbun, Begini Kondisinya Sekarang

Menurut Al Azis, proyek Cibinong a Beautiful City ini adalah mega proyek yang menghabiskan anggaran ratusan miliar rupiah, sehingga wajib diperhatikan oleh semua pihak.

Proyek untuk mempercantik wajah Ibukota Kabupaten Bogor tersebut sempat viral karena diduga terseret dalam kasus suap auditor BPK Jabar yang telah selesai disidang di Pengadilan Tipikor Bandung. (***)