POJOKBOGOR.id - Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu bersama Pj Walikota Bekasi Gani Muhammad, membahas masalah banjir dan pencemaran Sungai Cileungsi. Keduanya sepakat untuk bersama-sama menangani permasalahan di Sungai Cileungsi yang terjadi rutin setiap tahun.
Asmawa Tosepu mengungkapkan, pertemuan tersebut untuk menyelesaikan persoalan yang ada, baik dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang.
"Kami berdiskusi untuk merumuskan penanganannya baik untuk jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Kebetulan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi saat ini sama-sama sedang menyusun dokumen perencanaan jangka panjang baik itu Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 maupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahunan," kata Asmawa.
Baca Juga: Terpeleset, Bocah 14 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Cileungsi Bogor
Asmawa mengungkapkan, dalam dokumen perencanaan jangka panjang, telah terdapat langkah-langkah kebijakan dan strategi apa yang ditetapkan. Ia yakin siapapun kepala daerahnya, dari manapun asalnya, akan mempedomani dokumen tersebut.
“Saya sampaikan kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor, momentum saat ini adalah momentum kita sebagai birokrat memberi warna bagi perjalanan pemerintahan untuk 20 tahun ke depan. Salah satunya adalah penanganan banjir dan pencemaran lingkungan yang terjadi selama ini,” ungkap Asmawa.
Menurutnya, jika hanya mengandalkan kekuatan dan kemampuan pemerintah daerah apakah itu Kabupaten Bogor atau Kota Bekasi, ia yakin permasalaha tidak bisa terselesaikan.
Baca Juga: Dedie Rachim : Sarana Olahraga Bisa Membentuk Generasi Kepemimpinan Masa Depan
Maka butuh dukungan pemerintah pusat, ia pun yakin manakala kita kompak punya suara yang sama dan strategi yang sama, pemerintah pusat akan memberikan perhatian terkait hal ini.
“Mari sama-sama kita rumuskan langkahnya, saya berharap pertemuan ini dimanfaatkan dengan sebaik mungkin sehingga rumusan kebijakan yang dihasilkan akan lebih komprehensif,” kata Asmawa.
Pj Walikota Bekasi Gani Muhamad menerangkan, pertemuan ini, merupakan momentum yang sangat strategis, karena letak Kabupaten Bogor dengan Kota Bekasi memiliki posisi yang penting dan berbatasan di beberapa titik.
Baca Juga: Bima Arya akan Berikan Pendampingan Terhadap W ASN Disparbud yang Ditetapkan Tersangka Karena Aborsi
Oleh karena itu, daerah yang berbatasan ini harus sinergi dan berkolaborasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
“Seandainya kita lebih optimal dalam berkolaborasi dan bersinergi, tentu ini akan menjadi sebuah kekuatan yang begitu dahsyat. Antar pemerintah daerah ini bisa saling mengisi, dan memberikan kekuatan,” terang Gani.
Gani menambahkan, jika merujuk ke belakang, antara Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi sudah ada kesepakatan bersama.
Tentu implementasi daripada kesepakatan bersama tersebut ingin lebih dioptimalkan. Khususnya dalam konteks penataan ruang, lingkungan hidup, perhubungan dan pendidikan.
Baca Juga: Polres Bogor Ungkap Sindikat Pengoplos Gas Elpiji Bersubsidi di Ciawi
“Kaitan dengan lingkungan hidup dalam konteks kerjasama penanganan pengendalian pencemaran sungai, ini harus kita sinergikan. Apabila sudah kita rumuskan bersama, dan kita informasikan kepada pemerintah pusat untuk mengambil langkah-langkah penanganan, ini akan lebih mudah,” kata Gani.
Gani melanjutkan, bagi Kota Bekasi masalah lingkungan ini sangat penting untuk dilakukan penataan. Apalagi disaat musim kemarau kemarin, sumber air minum kita terganggu akibat dampak dari pencemaran, begitupun kalau hujan.
“Saya berharap kepada jajaran Pemkot Bekasi, pertemuan pertama ini bisa memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya. Dilakukan secara berkelanjutan, dilakukan pembahasan yang teknis, hal-hal yang sifatnya kebijakan akan menjadi atensi saya dan Pj Bupati Bogor. Sehingga ada output yang bisa dihasilkan demi kebaikan bersama,” ujar Gani. ***



