POJOKBOGOR.id - Tercemarnya sumur air dengan BBM di Desa Pengasinan, Desa Gunungsindur, Kabupaten Bogor, menjadi perhatian serius PT Pertamina.
Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga, Eko Kristiawan menjelaskan, pihaknya bersama pengelola SPBU di dekat pemukiman warga sedang melakukan penelusuran.
Mereka memeriksa empat sumur pendam dan sumur bor di SPBU tersebut. "Dari hasil pengecekan tidak terdapat kontaminasi BBM dan tidak terdapat kebocoran pada tangki pendam," uangkap Eko dalam keterangannya, Selasa (12/9).
Baca Juga: Kebocoran SPBU Diduga jadi Penyebab Tercampurnya BBM dengan Air Sumur Warga Gunungsindur
Dia menerangkan, pihaknya juga mengambil sampel air dari sumur yang berjarak lima rumah dari SPBU, yang terindikasi tercampur BBM.
Posisi perumahan warga berada di dataran yang lebih tinggi dan berjarak sekitar 150 meter dari SPBU.
Eko menjelaskan saat ini sudah dilakukan mediasi antara warga yang sumurnya terkontaminasi, SBM Pertamina, perwakilan pihak SPBU, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, Danramil, hingga Satpol PP dengan berujung damai.
Baca Juga: Di Tengah Kemarau, Sumur Warga Gunungsindur Bogor justru Tercampur Bensin
Kemudian, Pertamina melakukan upaya lain dengan menjadwalkan tank cleaning dan Hydrostatic/Pneumatic Test untuk tangki dan pipa.
"Saat ini SPBU 34.163.17 berhenti beroperasi sementara. Alternatif SPBU terdekat apabila masyarakat ingin melakukan pengisian BBM Pertalite yaitu SPBU 34.163.02 dan SPBU 34.163.10," jelas Eko.
Sedikitnya 15 rumah di Kampung Nagrog RT02 dan 03 RW05 di desa tersebut, mengalami fenomena aneh ini. Tercampurnya air dengan BBM ini, bahkan sudah berlangsung sejak 7 tahun belakangan namun tidak terlalu dipusingkan oleh warga.
Baca Juga: Warga Bojonggede Kehabisan Oksigen saat Gali Sumur
"Kurang lebih 6 sampai 7 tahun itu sudah ada baunya. Kita sudah nggak pakai untuk minum dan cuci karena bau dan berwarna kayak pertamax (biru)," kata warga sekitar, Irsyad, Kamis (7/9).
Tercampurnya air dengan BBM itu, kata Irsyad, semakin parah mulai Rabu (6/9) malam dengan berubahnya air menjadi berwarna biru disertai bau khas bensin yang cukup menyengat.
"Air baru berubah dan bercampur BBM tadi malam jam 11 begitu dari adik saya dan berubah berwarna biru sampe baunya menyengat sekali," kata dia.
Baca Juga: Seorang Kakek di Jonggol Ditemukan Tewas dalam Sumur
"Memang sekarang airnya sudah musim kemarau jadi bensinnya agak turun sehingga tersedot keatas," ungkapnya menduga-duga.
Sementara Camat Gunung Sindur, Dace Hatomi membenarkan adanya laporan warga yang rumahnya terdampak air bercampur BBM di sumurnya.
"Kampung Nagrog ini jaraknya memang agak jauh jaraknya kurang lebih 100 meter dari pom bensin ini, ada sumur yang tercemar bensin," kata Dace.
"Jadi rumah yang terdampak menurut informasi ada 15 bangunan dan sementara semua aktivitas tidak boleh menggunakan air sumur dulu," lanjutnya.
"Harapan saya kepada warga karena ini jelas terdampak hati-hati pada saat memasak menyalakan kompor, lebih baik diluar rumah dulu," kata dia.***



