POJOKBOGOR.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mulai kelimpungan untuk mendistribusikan bantuan air bersih untuk masyarakat terdampak kekeringan. Bahkan, anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) pun, digunakan untuk menyewa truk tangki air.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Asep Sulaeman menjelaskan, pihaknya telah mengajukan BTT untuk menyewa dua unit truk tangki air, untuk meningkatkan intensitas distribusi air bersih untuk warga.

Asep Sulaeman mengungkapkan, hingga 24 Agustus 2023, sebanyak 23 kecamatan di Kabupaten Bogor telah mengajukan bantuan untuk dikirim air bersih, dengan jumlah warga terdampak mencapai lebih dari 121 ribu jiwa.

Baca Juga: 97 Ribu Warga Kabupaten Bogor alami Krisis Air Bersih

"Itu sejak Mei sampai 24 Agustus kita sudah menyalurkan 1,2 juta liter air bersih ke 23 kecamatan dengan 77 desa. Kita sudah ajukan BTT Rp78 juta untuk menyewa truk tangki, karena kita hanya memiliki empat unit truk tangki," kata Asep Sulaeman, Jumat (25/8).

Asep berharap, kekeringan ini segera berlalu sehingga masyarakat dapat mudah kembali mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

"Diperkirakan kekeringan ini berlangsung sampai September. Tapi mudah-mudahan cepat berlalu kekeringan ini," jelas Asep.

Baca Juga: Kekeringan, Perumda Tirta Kahuripan Berupaya Maksimal Sediakan Air Bersih untuk Masyarakat

Direktur Umum Perumda Tirta Kahuripan, Abdul Somad mengakui jika kekeringan sebagai dampak El Nino ini sangat memengaruhi kondisi pelayanan air bersih di Kabupaten Bogor, karena sebagian sumber air baku untuk produksi air bersih mengalami penurunan debit lantatan menurunnya curah hujan.

"Sehingga jumlah air yang diproduksi mengalami penurunan dan berdampak berkurangnya distribusi air bersih kepada pelanggan," kata Abdul Somad dalam keterangan tertulis, Senin (14/8).

Abdul Somad mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air bersih dan menampung air sebanyak mungkin saat air masih mengalir. Pasalnya kekeringan diprediksi berlangsung hingga September 2023.

Baca Juga: Bogor Mulai Krisis Air Bersih

"Prakiraan BMKG kan, puncak fenomena El Nino ini puncaknya terjadi pada Agustus dan September. Sehingga masyarakat diimbau untuk bijak dalam mempergunakan air bersih," kata Abdul Somad.

Selain terus memasok air bersih untuk pelanggan lewat 14 Unit Instalasi Pengolahan Air lengkap bersumber dari sungai dan 11 unit pengolahan dari mata air, Perumda Tirta Kahuripan juga berusaha membantu masyarakat yang mengalami kekeringan. ***