POJOKBOGOR.id - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor kini memiliki Command Center, yang bisa memudahkan dalam mendeteksi segala bentuk gangguan, Selasa (8/8).

Ini merupakan bagian dari Tirta Kahuripan Teknologi Informasi Sistem atau TAKTIS, sistem ini merupakan fasilitas perusahaan dengan infrastruktur berbasis digital yang dapat memudahkan perusahaan dalam proses pengambilan keputusan, koordinasi, monitoring dan mengontrol seluruh kegiatan bisnis.

Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan hadir dalam peluncuran dan meresmikan Command Center itu mengapresiasi apa yang telah dibuat Perumda Air Minum Tirta Kahuripan.

Baca Juga: Perumda Tirta Kahuripan Survei Kepuasan Pelanggan

"Command Center ini adalah pusat informasi yang tersentralisasi. Ini adalah layanan untuk masyarakat pelanggan yang bisa membantu mendeteksi gangguan. Salah satunya saat pelanggan mengalami gangguan saluran air," kata Iwan.

Command Center ini diketahui telah terkoneksi di semua kantor cabang Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor.

Iwan berharap Command Center ini bisa lebih cepat menanggapi keluhan atau aduan dari para pelanggan yang mengalami kendala.

Baca Juga: Perumda Tirta Kahuripan Gelar Susur Sungai Cikeas, Pastikan Sumber Air Baku Aman

"Mudah-mudahan dengan adanya Command Center ini, kebocoran pipa bisa ditekan, tingkat permasalahan yang sifatnya insidentil seperti saluran tidak jalan di masyarakat bisa diperbaiki dengan adanya command center. Saya harap bisa terus disosialisasikan ke masyarakat terkhusus kepada para pelanggan," jelas Iwan.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, Yuliansyah Anwar mengatakan, Command Center merupakan upaya pihaknya untuk menyesuaikan perkembangan teknologi yang kini semakin pesat.

"Fasilitas Command Center ini sudah sah beroperasi. Ini untuk mempercepat layanan kami," kata dia.

Baca Juga: Perumda Tirta Kahuripan Punya Aturan Baru Tentukan Golongan Pelanggan

Dalam Command Center tersebut, lanjutnya, ada beberapa fitur yang telah beroperasi. Seperti Website GIS (Geographic Information System), SiModis (Sistem Monitoring Distribusi), Monita (Monitoring Instalasi Air) dan Dashboard Billing atau penyajian data billing secara grafis dan infografis.

"Ini (Command Center) harus kami mulai, kalau tidak ketinggalan terus. Ke depan kami upayakan ada versi kedua dan ketiganya agar pelayanan bisa berjalan lebih maksimal lagi," tandasnya. ***