POJOKBOGOR.id - Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkap proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), akan mengurangi sampah di TPA Galuga hingga 1.300 ton per hari.

Saat ini, timbunan sampah di TPA Galuga mencapai 15 juta ton, bersumber dari Kota dan Kabupaten Bogor. Ia berharap proyek PSEL dapat mengubah mengubah sampah menjadi produk yang berguna.

"Insha Allah ground breaking PSEL Galuga dilaksanakan tahun ini. Nantinya, saat sudah beroperasi 1.300 ton sampah akan diubah menjadi energi listrik setiap harinya," jelas Rudy Susmanto.

Baca Juga: Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor Ajak Anak SD Jalan Jalan ke Pasar Gembrong Sukasari

Ia menjelaskan, PSEL paling lambat mulai beroperasi pada tahun 2028, dengan target mengolah sampah menjadi listrik, dengan target dalam 5-10 tahun menggunakan teknologi modern.

Di sisi lain, untuk mengatasi permasalahan sampah ini Rudy menginginkan kepala desa memprioritaskan program pengelolaan sampah, dalam penggunaan Bantuan Keuangan (Bankeu) infrastruktu desa tahun 2026.

Saat ini, Pemkab Bogor tengan menyempurnakan enyempurnakan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak juknis) penggunaan bankeu tahun 2026.

Baca Juga: Kost Syariah di Tegallega Didemo, Tapi Kost Bodong Malah Dibiarkan

Rudy Susmanto menegaskan, pengelolaan sampah kini harus dilakukan mulai dari tingkat desa/kelurahan, mengingat daya angkut truk sampah setiap harinya, hanya separuh dari jumlah timbulan sampah per hari.

"Saat ini, produksi sampah di Kabupaten Bogor mencapai 3.000 ton per hari. Sementara daya angkut 1.500 ton untuk dibuang ke TPA Galuga. Akan lebih efektif dan efisien jika sampah ini dikelola dari tingkat bawah atau tingkat desa/kelurahan," ujae Rudy.

Kata Rudy, jika hal itu dilakukan potensi pendapatan desa juga akan meningkat, di samping desa menjadi rapi, sehat dan bersih.

Baca Juga: Pemkot Bogor Perluas Sosialisasi Anti Pinjol dan Judol, Fokus Sasar Kelompok Rentan

Selain pengelolaan sampah, bankeu infrastruktur desa juga digunakan untuk melahirkan minimal satu sarjana dari setiap desa, serta pembangunan infrastruktur jalan, maupun irigasi. ***